Sumbar Press Padang – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Barat menggelar acara Silaturahim dan Dialog Ekonomi Muhammadiyah pada Minggu, 29/6/25 di Auditorium Gubernuran Sumatera Barat. Acara yang mengangkat tema “Membangun Kemandirian Umat Melalui Ekonomi Berbasis Syariah dan Kolektivitas” ini dipimpin langsung oleh tokoh nasional Muhammadiyah, Buya Dr. H. Anwar Abbas, M.M., M.Ag.
Acara turut dihadiri oleh Gubernur Sumatera Barat H. Mahyeldi Ansharullah, S.P., serta Ketua Fraksi PAN DPRD Sumbar Muhayatul, S.E., M.Si, Ketua PW Muhammadiyah Sumbar Dr. Bahtiar M.Ag, PW Muhammadiyah Riau dan PW Muhammadiyah Jambi
Dalam sambutannya, Buya Anwar Abbas menekankan bahwa umat Islam, khususnya warga Muhammadiyah, tidak cukup hanya kuat dalam aspek spiritual dan sosial, tetapi juga harus tangguh secara ekonomi.
“Kalau umat Islam mau dihormati, maka ia harus berdiri di atas kaki sendiri secara ekonomi. Muhammadiyah sebagai gerakan Islam modern harus menjadi pionir dalam membangun kekuatan ekonomi umat,” tegas Buya Anwar.
Ia juga mendorong agar Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) tidak hanya terbatas pada pendidikan dan kesehatan, tetapi mulai mengembangkan sektor-sektor strategis seperti perdagangan, pertanian modern, koperasi, dan industri halal.
“Warga Muhammadiyah harus berpikir kolektif. Tidak cukup hanya berdagang sendiri-sendiri, tapi harus mulai membentuk jaringan ekonomi yang terintegrasi,” tambahnya.
Gubernur Mahyeldi dalam kesempatan yang sama mengapresiasi gagasan tersebut dan menyatakan siap berkolaborasi dengan Muhammadiyah dalam membangun ekosistem ekonomi kerakyatan yang adil dan berkelanjutan.
“Muhammadiyah adalah mitra penting pemerintah dalam membangun daerah. Kami menyambut baik setiap inisiatif yang mendorong kemandirian dan keadilan ekonomi,” ujar Mahyeldi.
Sementara itu, Muhayatul mendorong generasi muda Muhammadiyah untuk berani terjun dalam dunia usaha dan memanfaatkan potensi digital dalam pengembangan ekonomi syariah.
Acara berlangsung khidmat dan dinamis, ditutup dengan komitmen bersama untuk memperkuat ekonomi umat dan menjadikan Muhammadiyah sebagai lokomotif gerakan ekonomi Islam di Sumatera Barat.






